Dear Ernest and Haters

17.51

Tulisan pendek ini saya haturkan untuk seluruh umat. Bukan hanya kristen ataupun Islam. Bukan juga cina atau mongolia, bahkan ras lainnya. Untuk semuanya, tanpa terkecuali.

Postingan permohonan maaf Ernest Prakasa di akun Instagramnya


Isi permohonan maaf Ernest Prakasa
Belakangan ini kita diributkan dengan kisah Ernest Prakasa yang me retweet salah satu official akun yang membahas tentang Dr. Zakir Naik dan ISIS. Ernest mengaku, ia me retweet karena akun tersebut merupakan akun besar dan dianggap valid dalam memberikan berita. Sayangnya, tidak demikian.

Singkat cerita netizen pun memberikan komentar terkait dengan cuitan Ernest di twitternya. Mulai dari hinaan, cacian sampai segala jenis ancaman meluncur hampir di seluruh kolom komentar social media milik Ernest.

Dari cerita tersebut seharusnya kita bisa berkaca dan belajar untuk tidak sembarangan dalam memposting. Apalagi ini dunia maya, yang segalanya bisa viral dalam hitungan detik saja. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat dan dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf kepada seluruh netizen yang hatinya merasa terluka karena ulama dari agamanya dianggap telah mendukung pergerakan ISIS.

Menurut saya, Ernest memang bersalah atas postingannya. Tapi, dia telah meminta maaf dengan penjelasan yang cukup rinci. Dan dengan segala hormat juga kerendahan hati, saya mewakili teman-teman yang hatinya merasa tersakiti juga meminta maaf kepada Ernest Prakasa atas segala jenis komentar dan perkataan netizen yang melukai hati disaat Ernest sudah meminta maaf.

Saya sejujurnya sedih dengan beberapa komentar netizen yang sampai hati menghina karya dan anak Ernest. Kita ini sering mengaku anti rasis, tapi justru kita sendiri yang dengan gamblang menghina secara rasis. Mulai dari kepercayaan, hingga makanan yang dikonsumsi.
Beberapa komentar netizen

Beberapa komentar netizen

Kita menuduh orang lain tukang fitnah, kita lupa bahwa kita degan atau tidak sengaja juga pernah melakukan itu dan keburukan lainnya. Kita lupa bersyukur bahwa Tuhan membungkus rapi keburukan kita. Hingga kita suka mengumbar keburukan orang lain seolah kita tidak bersalah.
Terkadang kita terlalu sibuk membela kebenaran hingga lupa bahwa kitapun pernah bersalah. Tidak satupun di dunia ini selalu bertindak benar, termasuk saya. Saya juga pernah bersalah. Luput itu pasti pernah ada, dan bersalah harusnya meminta maaf. Seharusnya pun sebagai umat beragama baiknya kita saling memaafkan satu sama lain.
Kecewa itu boleh, tapi jangan mematikan karya anak bangsa. Kecewa itu boleh, tapi jangan berhenti memaafkan. Kecewa itu boleh, tapi jangan lupa dengan segala kebaikan yang mereka pernah lakukan.
Jangan mau dikuasai amarah. Kita semua punya kepercayaan walaupun berbeda. Tapi saya yakin, tiap kepercayaan yang kita anut, pasti mengajarkan kebaikan dan saling memaafkan.

Beberapa komentar negatif dan positif
Dear all, Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada netizen yang juga turut melontarkan komentar positif, saling menguatkan dan mengingatkan untuk memaafkan dan hidup rukun. Saya menulis ini bukan untuk membela Ernest maupun haters, bukan untuk membela siapapun. Saya hanya ingin mengutarakan opini atas kesedihan yang saya rasakan terkait kasus yang sedang terjadi. Sekali lagi saya mewakili dua belah pihak, baik pihak Ernest maupun pihak netizen, meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi agar nantinya tidak ada lagi atau paling tidak dapat mengurangi kasus seperti ini.
Maaf dan Terima kasih.

You Might Also Like

2 komentar